Rangkuman PKN Kelas 6 SD Materi Nilai-Nilai Juang dalam Perumusan Pancasila

Rangkuman PKN Kelas 6 SD Materi Nilai-Nilai Juang dalam Perumusan Pancasila. Para Perumus Pancasila merupakan pendiri negara Republik Indonesia. Mereka memiliki jiwa perjuangan dan kebersamaan yang mengagumkan. Apakah kamu mampu meneladani nilai-nilai juang para tokoh perumus Pancasila?
Rangkuman PKN Kelas 6 SD Materi Nilai-Nilai Juang dalam Perumusan Pancasila
Teks Proklamasi

Baca juga:

Tujuan Pembelajaran:

Kamu akan mempelajari nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Bab ini berisi tentang nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila, nilai-nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila, dan meneladani nilai-nilai juang para tokoh perumus Pancasila.

A. Nilai-nilai Juang dalam Proses Perumusan Pancasila

BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk pada tanggal 28 Mei 1945 dan beranggotakan 62 orang. BPUPKI diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat.

Sidangnya yang pertama BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945. BPUPKI membahas asas dan dasar negara Indonesia merdeka. Hasil dari siding ini lahirlah beberapa usul tentang dasar negara.

Mr. Mohammad Yamin

Gagasan Mr. Mohammad Yamin yang diusulkan pada tanggal 29 Mei 1945 adalah sebagai berikut:
  1. Peri kebangsaan
  2. Peri kemanusiaan
  3. Peri ketuhanan
  4. Peri kerakyatan
  5. Kesejahteraan rakyat.

Dr. Soepomo

Gagasan Dr. Soepomo diusulkan pada tanggal 31 Mei 1945 adalah sebagai berikut:
  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Mufakat dan demokrasi
  4. Musyawarah
  5. Keadilan sosial.

Ir. Soekarno

Gagasan Ir. Soekarno yang diusulkan pada tanggal 1 Juni 1945 adalah sebagai berikut:
  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Pada tanggal 10 - 16 Juli 1945 BPUPKI mengadakan siding yang kedua menghasilkan rancangan hukum dasar. Rancangan tersebut terdiri dari pembukaan (preambule) dan batang tubuh (pasal-pasal). Rancangan Pembukaan yang disiapkan oleh BPUPKI ini disebut juga Piagam Jakarta. 

Pada awalnya, Rancangan Pembukaan UUD ini disusun oleh Panitia kecil dari BPUPKI yang berjumlah sembilan orang yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Di dalam Piagam Jakarta ini terdapat rumusan Pancasila sebagai dasar negara yang berbeda dengan rumusan Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.

Piagam Jakarta

Isi piagam Jakarta adalah sebagai berikut:
  1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan adanya perubahan ini, maka rumusan Pancasila yang sah berlaku sekarang adalah sebagaimana yang tercantum di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat.

Rancangan tersebut mengalami perubahan-perubahan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. Rancangan inilah yang kemudian disahkan dan ditetapkan sebagai Undang-Undang Dasar 1945. Adapun Ketua PPKI adalah Ir. Soekarno.

UUD RI yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 tersebut terdiri atas pembukaan dan batang tubuh. Pembukaan terdiri dari empat alinea sedangkan batang tubuh terdiri dari 16 bab, 37 pasal ditambah empat pasal aturan peralihan dan dua ayat aturan tambahan.

Selanjutnya, dalam sidangnya yang diselenggarakan pada hari kedua, tanggal 19 Agustus 1945, PPKI mengambil dua buah keputusan lagi, yaitu:
  1. Penetapan 12 (dua belas) kementerian dalam lingkungan pemerintah, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Luar Negeri, Kehakiman, Keuangan, Kemakmuran, Kesehatan, Pengajaran, Sosial, Pertahanan, Penerangan, Perhubungan dan Pekerjaan Umum.
  2. Pembagian daerah Republik Indonesia dalam 8 (delapan) propinsi, yaitu: Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda kecil, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.
Dalam sidangnya tanggal 22 Agustus 1945 PPKI mengambil keputusan membentuk:
  1. Komite Nasional
  2. Partai Nasional Indonesia
  3. Badan Penolong Korban Perang;
  4. Badan Keamanan Rakyat

Posting Komentar untuk "Rangkuman PKN Kelas 6 SD Materi Nilai-Nilai Juang dalam Perumusan Pancasila"